Ad
Scroll untuk melanjutkan membaca
Ad

Dari Diragukan Jadi Pahlawan, Kisah Lagator di PSM

Dusan Lagator

AMANAH INDONESIA, MAKASSAR -- Sosok Dusan Lagator kini jadi perbincangan hangat di kalangan suporter PSM Makassar. Dari pemain yang sempat diragukan, ia menjelma menjadi pahlawan dalam satu pertandingan penting.

Dalam laga kontra PSIM Yogyakarta, Lagator tampil di posisi yang bukan peran utamanya. Ia dimainkan sebagai bek kanan—posisi yang menuntut adaptasi cepat.

Fleksibilitas Jadi Nilai Lebih

Lagator menunjukkan bahwa dirinya bukan sekadar bek tengah biasa. Ia mampu membaca permainan dengan baik dan menjaga keseimbangan tim.

Kontribusinya tak hanya di lini belakang, tetapi juga dalam membangun serangan. Hal ini menjadi bukti bahwa peran bek modern kini semakin kompleks.

Di tengah padatnya kompetisi seperti BRI Super League, fleksibilitas pemain menjadi aset penting.

Tambahan Kekuatan di Lini Belakang

Selama ini, lini belakang PSM identik dengan duet Yuran Fernandes dan Aloisio Neto.

Kehadiran Lagator menambah dimensi baru. Ia mampu bermain di lebih dari satu posisi, memberi opsi taktik yang lebih luas bagi pelatih.

Dalam situasi cedera, rotasi, atau akumulasi kartu, pemain seperti Lagator bisa menjadi solusi.

Cocok dengan Filosofi Pelatih

Di bawah arahan Bernardo Tavares, pemain dengan karakter disiplin dan fleksibel sangat dibutuhkan.

Lagator menunjukkan semua itu—kuat dalam bertahan, efektif saat menyerang, dan cerdas membaca momentum.

Performa ini bukan sekadar satu laga gemilang, tetapi bisa menjadi awal peran pentingnya di masa depan PSM.


Baca Juga
Berita Terbaru
  • Dari Diragukan Jadi Pahlawan, Kisah Lagator di PSM
  • Dari Diragukan Jadi Pahlawan, Kisah Lagator di PSM
  • Dari Diragukan Jadi Pahlawan, Kisah Lagator di PSM
  • Dari Diragukan Jadi Pahlawan, Kisah Lagator di PSM
  • Dari Diragukan Jadi Pahlawan, Kisah Lagator di PSM
  • Dari Diragukan Jadi Pahlawan, Kisah Lagator di PSM
Posting Komentar
Ad
Ad
Tutup Iklan
Ad